Mungkin sudah menjadi takdirku jika aku harus selalu berhubungan dengan Hari. Betapa tidak, mulai dari curhatnya tentang keinginan untuk kembali ke jalan yang lurus, curhat seputar puber kedua, sampai masalah Aling. Yang terakhir, obrolan ngalor-ngidul berujung ke sebuah topik yang sedang hangat, yaitu Merdesa.
Berawal dari postingan si Tyas yang ampe merubah pilihan hidup om Hari, dan juga ulasan panjang lebar mengenai Merdesa oleh Bataviase, ternyata di kemudian hari menjadi tantangan buat kami berdua untuk berebut keyword “Merdesa” di Search Engine. Sekedar iseng, sebagai pengisi waktu luang.
Jadi, jika kalian kebetulan masuk ke web ini untuk mencari definisi merdesa, berarti Anda telah salah jalan. Ups.. betul. Silahkan cek meretas arti merdesa karya om Hari.






















on Nov 3rd, 2008 at 6:19 am
[...] Hidup adalah pilihan, pilihan di antara baik atau buruk, maju atau mundur, dan mungkin juga benar atau salah. Kadang kala, untuk menemukan pilihan yang tepat, kita perlu untuk diam, bergerak, menangis, atau tertawa. Sampai suatu ketika, kita kan menemukan saat di mana kita merasa nyaman dengan apa yang kita pilih. Suatu saat di mana merdesa = merasa nyaman? [...]
on Nov 3rd, 2008 at 6:20 am
[...] antara panas, debu, dan bising ternyata merupakan ramuan mujarab penghilang rasa nyaman. Akhirnya, merdesa yang asri, hijau, teduh, dan nyaman tinggal [...]
on Nov 4th, 2008 at 2:02 am
hmmm…sebenernya aku ngomporin siapa aja siii…hahahahag
OOT ngeblog emang asik kok biar ga dapet duid :p
on Nov 4th, 2008 at 5:06 am
heheh.. untuk itulah saya pakai “apalagi”, ngga pakai “hanya”. Jadi, emang “Ngeblog itu asyik, apalagi kalau dapat duit”. Hehehe.. piss.
on Nov 11th, 2008 at 4:10 am
@Rionya kadang ngeblog tuh nggak asyik meski dapat duit banyak
kadang asyik meski nggak dapat duit
@tyas, lha bukanya dari dulu emang punya bakat ngompor, ke kekekekeke
jadi pengen namatin novel tentang perblogan
on Nov 11th, 2008 at 4:19 am
@hari hehehe, bagiku ngeblog itu asyik, apalagi kalau dapat duitâ€. Hehehe.. piss